1. Stress. Bukan hanya manusia saja, lho, yang bisa stress. Ikan pun juga bisa stress, dan kondisi ini juga dapat menyebabkan ikan hias mati mendadak. Stress pada ikan sendiri dapat terjadi akibat beberapa hal. Bisa karena suasana bising di dekat akuarium atau kolam, air kolam maupun akuarium yang kotor, atau ikan tersebut menjadi korban ikan lain.
KulonProgo, IDN Times - Penyebab matinya ribuan ikan nila secara mendadak beberapa waktu lalu di Laguna Pantai Trisik, Kulon Progo mulai terkuak.. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, R. Sutarto menyebut matinya ikan malang tersebut dikarenakan tercemar zat amonia (NH3).
Salahsatu penyebabnya ialah buruknya kualitas air. Buruknya kualitas air umumnya disebabkan karena sisa pakan ikan atau kotoran serta hasil metabolisme yang ikut larut di dalamnya. Apabila jumlahnya tinggi bisa meningkatkan kadar amoniak dan akhirnya dapat menyebabkan lele menggantung di permukaan bahkan kematian.
Pemanenanseperti ini menguntungkan karena ikan tetap mendapatkan air yang segar sehingga kematian ikan dapat dihindari. Pemasaran Ikan Patin dalam bentuk segar dan hidup lebih diminati oleh konsumen, karena itu diusahakann menjual dalam bentuk ini. Harga Ikan Patin Per kilogram kurang lebih Rp 15.000. 5. BUDIDAYA IKAN NILA
Pertanianku — Jutaan ikan mati mendadak di Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Sejak Rabu, 22 Agustus 2018, satu per satu ikan di danau mengapung. Peristiwa tersebut tentunya menyedot perhatian publik, terutama warga setempat. Mereka bingung dan bertanya-tanya soal penyebab kematian jutaan ikan itu. Foto: Google Image
Studi mengungkapkan 63 persen ikan yang mati mendadak karena terinfeksi penyakit ini. Sebab salah sedikit saja perawatan bisa membuat ikan stres hingga mati. 6 Penyebab Ikan Koi Mati. Selalunya sebab-sebab mengapa ikan mati dalam akuarium dikaitkan dengan kandungan terjejas.
Aliran Sungai Cikaniki di Kab Bogor dikabarkan memiliki kandungan sianida hingga mengakibatkan ribuan ikan mati mendadak dan berbahaya bagi manusia. Rabu, 9 Februari 2022 05:12 WIB Penulis
Ikanyang ditangkap warga merupakan jenis ikan air tawar seperti ikan mas, ikan nila, dan ikan gurame. Seorang warga mengatakan bahwa fenomena ikan mati mendadak ini sudah terjadi selama 3 hari. Fenomena ikan mati mendadak ini terjadi hampir tiap tahun, karena perubahan cuaca ekstrem yang membuat air danau menjadi dingin.
Ikanmendadak mati. Penyebab Penyebabnya adalah karena hujan, musim hujan, keracunan, dan kadar amoniak yang terlalu tinggi. Pengobatan Cara mengatasi atau pengobatan ikan nila dewasa yang mati mendadak adalah ketika musim hujan datang jumlah oksigen di air akan berkurang jadi janganlah menebar benih terlalu banyak.
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Suminto menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan mata ikan lepas. Faktor pertama menurutnya adalah karena kondisi air sudah jelek atau kurang baik. “Terutama jika pH airnya rendah yakni di bawah 6,0 kondisi asam pada periode waktu lebih dari 1 minggu
8sCR. Kompas TV regional peristiwa Rabu, 15 Desember 2021 0025 WIB AGAM, - Ratusan ton ikan nila dan mas di Danau Maninjau, Sumatera Barat mati mendadak. Cuaca ekstrem diduga sebagai penyebab kematian ratusan ton ikan ini. Baca Juga Viral! Terekam CCTV Motor Masuk Tol Serpong-Jakarta, Petugas Tol Cari Pengendara! Ratusan ton bangkai ikan ini ditemukan di keramba jaring apung Danau Maninjau, pada hari Minggu 12/12 lalu. Diperkirakan ada 500 ton ikan yang mati mendadak. Banyaknya jumlah ikan yang mati membuat nelayan membutuhkan waktu yang panjang untuk melakukan pembersihan. Ikan jenis nila dan mas ini diduga mati akibat angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda daerah ini. Kondisi cuaca memicu terjadinya pembalikan air di dasar danau vulkanik ini, sehingga meracuni ikan-ikan milik nelayan tambak. Sumber Kompas TV BERITA LAINNYA
MARTAPURA, - Ribuan ekor ikan di keramba jala apung di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Kalsel mati mendadak. Kejadian tersebut sudah dirasakan pembudidaya ikan sejak 5 hari terakhir. Yang terparah terjadi di Desa Mali-mali dan Desa Sungai Arfat, di mana di kedua desa itu, terdapat 250 keramba jala apung milik juga Banyak Ikan Mabuk Muncul di Permukaan Sungai Bengawan Solo, Diduga akibat Limbah Sekretaris Desa Mali-mali, Fazriannur mengatakan, penyebab matinya ikan diduga karena menurunnya debit air di aliran sungai Bendungan Karang Intan. "Setiap kemarau memang selalu seperti ini. Debit air menurun sehingga oksigen berkurang menyebabkan ikan mati," ujar Fazriannur dalam keterangannya yang diterima, Rabu 7/6/2023. Untuk mengantisipasi terus bertambahnya ikan yang mati, para pembudidaya ikan meminta kepada pengelola Bendungan Karang Intan untuk menambah debit air. "Debit air harus ditambah karena warga khawatir jika tidak maka akan semakin banyak ikan yang mati," itu, Heru salah satu pembudidaya ikan mengatakan, jika ditotal, sudah belasan ton ikan yang mati sejak debit air terus berkurang. "Ikan yang mati mulai bibit hingga yang siap panen," ungkap Heru. Heru menambahkan, setiap keramba jala apung milik warga mampu menampung 1 ton ikan. "Sementara punya saya 4 keramba. Kerugian sudah diperkirakan Rp. 100 juta," lirihnya. Seluruh ikan yang mati kata Heru tak bisa lagi di konsumsi. Agar tidak menimbulkan bau menyengat, ikan yang mati terpaksa dikubur. Heru pun berharap agar debit air dari Bendungan Riam Kanan segara ditambah untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Baca juga Kolam Bekas Tambang di Babel Kembali Makan Korban, Kali Ini Remaja Tewas Saat Cari Ikan Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.